Tampilkan postingan dengan label Catatanku. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Catatanku. Tampilkan semua postingan

Jumat, 09 Agustus 2013

SEKILAS TENTANG HONITETU



Dengan berakhirnya perang Alifuru Honitetu melawan Kompeni Belanda, maka berakhirlah masa lalu Honitetu memasuki episode baru dalam keyakinan atau kepercayaan.
Sejarah terbentuknya Jemaat GPM Honitetu berawal Pada tanggal 29 Oktober 1919 ketika dilaksanakannya baptisan pertama oleh Pendeta dari Piru, w.g. Y. L. Moens atas 12 orang, diantaranya Wiliam Lattu yang pada waktu itu sebagai Raja Honitetu ke XII, tanggal tersebut sekaligus merupakan momen baru terbentuknya Jemaat GPM Honitetu[1].
Setelah benih injil mulai bertumbuh di Honitetu, maka mulai dibangunnya Gedung Gereja Pertama dipimpin oleh Johanis Manuhuttu (Tete Nani) sebagai kepala tukang Pembangunan Gedung Gereja Tua Jemaat GPM Honitetu sekaligus membantu pelayanan Pekabaran Injil pada masa awal berdirinya Jemaat Honitetu ketika mengalami kekosongan Penginjil/Pendeta. Dalam perjalanan sejarah, Gedung Gereja Tua tersebut akhirnya rusak  pada masa perang dunia ke-II[2].
Sesuai daftar Baptisan Jemaat GPM Honitetu dari Tahun 1919-1928, perkembangan jumlah anggota baptis sangat meningkat; yaitu sebanyak 203 orang, termasuk didalamnya ada beberapa warga jemaat tetangga diantaranya: Rambatu, Rumberu, Ahiolo, Lohiatala, Malilia dan Hukuanakota. Sejalan dengan itu, ditemukan pula bahwa setelah baptisan pertama yang dilakukan oleh Pendeta Y. L. Moens, selanjutnya pelayanan baptisan dilakukan oleh Pendeta Jonathan Holle pada tanggal 13 April 1924 yang dikenal sebagai Inlandech Leeraar Honitetoe”.
Awal pertumbuhan Injil di Honitetu sekaligus terbangunnya semangat pekabaran Injil yang cukup kuat, terlihat dari tertatanya hubungan persaudaraan, hidup gotong royong, dan tidak terkontaminasi dengan aliran gereja lainnya[3]. Namun, ketika jemaat honitetu mengalami perkembangan dari berbagai segi kehidupan (ekonomi, pendidikan, politik dll); turut mempengaruhi semangat kerohanian seluruh warga jemaat GPM Honitetu dalam menunjang berbagai upaya penataan pelayanan gereja yang telah dan sedang dikembangkan  dalam jemaat.      
Dalam menjawab dinamika bergereja setelah rusaknya Gedung Gereja Tua, maka upaya untuk membangun Gedung Gereja baru yang permanen dilaksanakan pada Tahun 1970[4],  tetapi karena keterbatasan dana maka baru diresmikan pada tahun  1984[5].
Berikut ini nama-nama penginjil dan pendeta yang pernah melayani di jemaat GPM Honitetu juga Penatau (Wakil Ketua Majelis Jemaat) yang memegang kendali pelayanan ketika Jemaat GPM Honitetu mengalami kekosongan Pendeta, diantaranya:
 

NAMA-NAMA PENGINJIL/PENDETA

1.
Penginjil Jonatan Holle ± Tahun 1924[6]
14
Penginjil Isak Salamoni  Tahun 1969-1975 : Peltakan batu pertama pembangunan gedung gereja
2.
Penginjil .P.J.  Hitijahubessy ± Tahun 1926
15.
Penginjil Moses laiuluy, 1975-1976
3.
Penginjil Pelapory ± Tahun 1930
16.
Penginji l Welhelmus Forweth 1978-1979
4.
Penginjil Telapary ± Tahun 1934
17.
Penginjil  Eliezer Urasana :1979-1982
5.
Penginjil Willem Patiapon ± Tahun 1938
18.
Penginjil  Yonadap Lesiela  :1982-1984
6.
Penginjil Polatu 1939-1940
19.
Penginjil Lot Lumatalale 1985-1998 Peresmian Gedung Gereja Maranatha.
7.
Penginjil  Isak Sinay ± Tahun 1941
20.
Pendeta Nahumuri 1990
8.
Penginjil Soleman Pentury ± 1945
21.
Penginjil Wilhelmus Forweth
9.
Penginjil Goo ± Tahun 1947
22.
Pendeta. Ola .Yesmendo Noya bertugas  Tahun 1994-1998
10.
Penginjil Ananias Maruela ± Tahun 1949
23.
Pendeta Benny Silangen bertugas Tahun  1998-2001
11.
Guru Injil Simon Petrus Alfons  ± Tahun 1950
24.
Pendeta  Adolf. L. Silalily, S.Th  bertugas 2002-2009 ; Pembangunan menara lonceng
12.
Pendeta Mikhael Warbal Tahun 1967-1968
25.
Pendeta Risaldy.F. Amdery, M.Si Bertugas 2009-2011=Pembuatan Pondasi Gedung Pastori  (April 2011)
13.
Penginjil Julius Umnehopa: Tahun 1968-1969
26.
Pendeta. M.O.Tapilouw, S.Si  1 Mei 2011 s.d sekarang = Melanjutkan pembangunan dan peresmian Pastori Honitetu pada tanggal, 28 Desember 2011

Penatua yang memimpin Jemaat Selama Kekosongan Penginjil/Pendeta

1. Pnt. Tonje Tebiary                       :  Tahun 1990 s.d 1993 ; Pembangunan Pastori darurat berdinding papan[7]
2. Pnt. Metusala Tebiary                  : Tahun 2002[8]

Sejak Baptisan pertama, para penginjil dan pendeta yang pernah melayani di jemaat GPM Honitetu sebanyak 26 orang.
SUSUNAN PIMPINAN HARIAN MAJELIS JEMAAT GPM HONITETU 
PERIODE 2010-2015
KETUA                                  : PDT. M. O. TAPILOUW, S.Si
WAKIL KETUA                    : PNT. R. TITA
SEKRETARIS                        : PNT. R. UKAKALE
WAKIL SEKRETARIS          : DKN.NY.  T. S. PELAMONIA/MAUWENE
BENDAHARA                      : DKN. NY. A. MAKOTO/TEBIARY
WAKIL BENDAHARA        : DKN. NY. K. AKOLO
ANGGOTA-ANGGOTA   :
1.       PNT. NY. W. WATIMURRY/T
2.       PNT. T. TEBIARY
3.       DKN. B. LUNMISAY

II.      TUAGAMA JEMAAT GPM HONITETU
1.       BPK. TERA MAUWENE
2.       BPK. ZETH UKAKALE
3.       BPK. PIETER WATIMURRY
4.       BPK. EKO SUBANGKIT

III.    SEKSI-SEKSI PELAYANAN
A.      SEKSI KEESAAN DAN PEMBINAAN UMAT
A.1. Sub Seksi PAK dan Katekisasi
1. Pnt. Ny. W. Watimurry
2. Dkn. Ny. K. Akollo
A.2. Sub Seksi Pelayanan Pemuda
1. Dkn. Ny. T. S. Pelamonia
A.3. Sub Seksi Pelayanan Perempuan
1. Pnt. Ny. W. Watimurry
A.4. Sub Seksi Pelayanan Laki-Laki
1. Pnt. R. Tita
A.5. Sub Seksi Bina Umat
1. Pnt. R. Tita
2. Dkn. Ny. T. S. Pelamonia
A.6. Sub Seksi Kegiatan Oikumene
1. Dkn. Ny. T. S. Pelamonia
A.7. Sub Seksi Musik dan Liturgi
1. Pnt. R. Ukakale
2. Dkn. Ny. T. S. Pelamonia

B.    SEKSI PELAYANAN PENDIDIKAN DAN PEMBANGUNAN
1. PNT. R. Ukakale
2. PNT. T. Tebiary
B.1. Sub Seksi Hukum dan Advokasi
1. Pnt. R. Ukakale
2. Pnt. T. Tebiary
B.2. Sub Seksi Kesehatan dan KBJ
1. Pnt. R. Ukakale
2. Pnt. T. Tebiary

C.    SEKSI PEKABARAN INJIL DAN KOMUNIKASI
1. DKN. NY. T.S. PELAMONIA
2. DKN. NY. K. AKOLO
C.1. Sub Seksi Pekabaran Injil
1. Dkn. Ny. T. S. Pelamonia
2. Dkn. Ny. K. Akolo
C.2. Sub Seksi Komunikasi
1. Dkn. Ny. T. S. Pelamonia
2. Dkn. Ny. K. Akolo

 D.    SEKSI FINANSIAL DAN EKONOMI
1. Dkn. Ny. A. Makoto/T
2. Dkn. Ny. K. Akolo
D.1. Sub Seksi Keuangan
1. Dkn. Ny. K. Akolo
2. Dkn. B. Lunmisay
D.2. Sub Seksi  Ekonomi
1. Dkn. B. Lunmisay
D.3. Sub Seksi Harta Miliki
1. Pnt. R. Tita

C.      SEKSI KERUMAHTANGGAAN
1.       Pnt. R. Tita
2.       Dkn. Ny. K. Akollo


[1] 12 orang yang dibaptis pada tanggal 29 Oktober 1919 oleh Pdt. Y.L.Moens adalah: Yohanis, Nicodemus, Hermanus (Alekehe), Marcus (Maibaelae), Mathias (Manuway), Nicolaas (Nyambe), Nataniel (Ninang), Eliud (Naanaelek), Sosana (Soemau), Sarah (Wanase), Yacobis (Jani), dan Willem. 
[2] Pengeboman oleh tentara sekutu di wilayah honitetu, dikarenakan wilayah honitetu pada saat itu menjadi markas tentara jepang.
[3] Keterangan dari bapak W.D. Mauwene (Saniri Negeri dan Mantan Penjabat Kepala Desa), Bapak Antje Laiuluy (Pemerintah Negeri), dan Bapak. Tonje Tebiary.
[4] Penginjil yang melayani di jemaat GPM Honitetu pada waktu itu adalah Penginjil Isak Salamoni.
[5] Penginjil yang melayani di Jemaat GPM Honietu pada saat pengresmian Gedung Gereja Tahun 1984 adalah: Penginjil Lot Lumatalale.
[6] Sesuai Daftar  Baptisan Jemaat Honitetu: Baptisan yang dilakukan oleh Inlandech Leeraar w.g. J. Holle. Pada Tanggal, 13 April 1924
[7] Sebagai Wakil Ketua Majelis Jemaat
[8] Sebagai Wakil Ketua Majelis Jemaat serah terima dengan Pendeta A. Silalily pada tanggal, 15 september 2002

Senin, 10 September 2012

Memori Pelayanan



(Sekilas Lugas Jemaat GPM Serili )

Oleh: Pdt. M. O. Tapilouw, S.Si


Pengantar
Catatan ‘memori pelayanan’ ini merupakan sajian tentang tugas pelayanan yang dijalani bersama warga jemaat GPM Serili sejak 22 Pebruari 2005 s.d mutasi tanggal,3 Maret 2011 dan disusun dalam bentuk yang sangat sederhana dan  singkat.
Memori Pelayanan ini memuat beberapa catatan diantaranya: 1) Letak Geografis Jemaat, 2) Pertumbuhan dan Perkembangan, 3) Melayani sejak 22 Pebruari s.d Mutasi tanggal 3 Maret  2011, Curahan Kasih Tuhan (sebuah perenungan), Penutup/Ucapan Terima Kasih dan Lampiran-lampiran . Semoga bermanfaat.

1.      Letak Geografis

Jemaat GPM Serili terletak dibagian Utara  Pulau Marsela. Secara administratif Pemerintahan – Serili berada dikawasan Kecamatan Babar Timur – Kabupaten Maluku Barat Daya –  Propinsi Maluku. Untuk ke Serili dari pusat Kecamatan menggunakan sarana transportasi motor laut, demikian juga sebaliknya dari Serili menuju Kecamatan Babar Barat dimana terdapat Pusat Klasis GPM Pulau-pulau Babar.
Untuk mengetahui lebih jelas batas wilayah pelayanan jemaat Serili  dapat dilihat pada lampiran Peta Pelayanan.
Di Desa /Jemaat Serili hanya terdapat satu komunitas agama yakni ‘Agama Kristen Protestan’ yang merupakan wilayah pelayanan Gereja Protestan Maluku; demikian juga 9 (Sembilan) desa dan 1 (satu) dusun lainnya di Pulau Marsela.
Hingga tanggal 3 Maret  2011 – Jumlah KK sebanyak 75 KK. Jumlah jiwa seluruh warga Jemaat GPM Serili sebanyak 280 Jiwa (laki-laki 126 Orang/Perempuan 154 Orang)
Jumlah Penduduk/ Warga Jemaat Serili sebagaimana digambarkan diatas, adalah penduduk/warga jemaat yang saat ini menetap di dalam Desa/Jemaat yang mobilitasnya tinggi, karena sering melakukan perjalanan keluar desa/jemaat ke kota-kota lainnya seperti Saumlaki , Tual, Dobo dan Ambon dikarenakan tuntutan Ekonomi, pendidikan, dll. 

2.      Pertumbuhan dan Perkembangan

Serili adalah salah satu Jemaat di Pulau Marsela, yang telah menerima Injil Yesus Kristus sejak tahun 1918 oleh Penginjil Hein Roberth de Fretes, yang melayani sejak Tahun 1918 s.d 1924, di masa pelayanan Penginjil Hein Roberth de Fretes di lakukannya baptisan pertama bagi 380 orang “generasi sebelumnya”: dari SARESI sampai LELYARI, membawa keluar dari kegelapan menuju Terang Kristus sejak 11 Mei 1919 yang kemudian ditetapkan sebagai HUT Jemaat GPM Serili. (Copyright © 1919  Buku Daftar Permandian RESSORT MOLUKKEN der Protestantsche Kerk van Ned Indie” Jemaat Serili”)
Dalam pertumbuhan dan perkembangannya; Jemaat ini telah mengalami sentuhan pelayanan dan kesaksiaannya selama kurang lebih 91 Tahun sampai saat ini Pebruari 2011; Keberadaan jemaat ini, terpelihara dengan baik lewat partisipasi penuh dari seluruh warga jemaat, dukungan Majelis Jemaat, Badan Pekerja Klasis Pulau-pulau Babar, juga Majelis Pekerja Harian Sinode GPM yang menempatkan Penginjil dan atau Pendeta di Jemaat ini.
Dalam masa pertumbuhannya, Jemaat ini telah dilayani oleh Penginjil/Pendeta sebanyak 18 Orang – termasuk kehadiran dua Vikaris yang menjalani masa vikariatnya (Vikaris Leonard Polnaya , S.Th Tahun 1995 & Helky Brando Veerman Tahun 2005).

NAMA-NAMA PENGINJIL/PENDETA SELAMA MELAYANI DI JEMAAT SERILI (Tahun 1918-2011)

1.
Penginjil
:
Hein Roberth de Fretes
1918-1924
2.
Penginjil
:
Jonathan Berhitu
1924-1925
3.
Penginjil
:
Arnold Tomasoa
1926-1932
4.
Penginjil
:
Eduard Lessy
1933-1934
5.
Penginjil
:
Johanis Ulorlo
1934-1935
6.
Penginjil
:
Costantinus Umkeketuny
1935-1936
7.
Penginjil
:
Willem Berhitu
1936-1937
8.
Penginjil
:
Fredek Pesireron
1938-1941
9.
Penginjil
:
Thomas Hetaria
1943-1944
10.
Penginjil
:
Jakob Erupley
1945-1946
11.
Penginjil
:
Yan Gaspers
1947-1948
12.
Penginjil
:
Hermanus Uniwaly
1950-1951
13.
Penginjil
:
Nikolas Ubleeu
1953-1959
14.
Penginjil
:
Costantinus Bulohroy
1962-1969
15.
Penginjil
:
Dortheis Famney
1977-1985
16.
Pendeta
:
Leonard Polnaya, S.Th
1996-2003
17.
Pendeta
:
Yan Hattu, S.Th
2003-2005
18.
Pendeta
:
Marthin. O. Tapilouw, S.Si
2005-2011
Data Jemaat:1919-2011

3.      Melayani di Jemaat GPM Serili Sejak 22 Pebruari 2005 s.d Mutasi Tanggal 03 Maret 2011:

Dalam melaksanakan tugas dan tanggung jawab pelayanan, kesaksian dan pembinaan umat – Sejak di SK-kan oleh BPH Sinode GPM untuk melaksanakan Tugas Kependetaan (Jemaat Pertama Bertugas); Buka kerja di Jemaat GPM Serili Tanggal 22 Pebruari 2005: Serah teriman Ketua Majelis Jemaat dari Pdt. Yan Hattu, S.Th kepada saya :Pdt. Marthin Okterlians Tapilouw, S.Si, yang pada waktu itu disaksikan oleh BPK P.p Babar Pdt.Ny.S.Bebena/T,Sm.Th .
Tentunya selama kurang lebih 6 (enam) Tahun melayani di Jemaat GPM Serili, diperhadapkan dengan berbagai kenyataan pelayanan yang turut mendidik dan membentuk jati  diri sebagai pelayan Tuhan yang harus mengenal, memahami dan merasakan seluruh keberadaan kawanan domba gembalaan Allah yang dilayani, untuk kemudian lebih siap menghadapi tantangan-tantangan pelayanan selanjutnya.
Berikut ini beberapa catatan singkat selama melaksanakan tugas pelayanan:
v  Pelayanan Baptisan Kudus, Sidi dan Nikah:
Hingga mengakhiri tugas di jemaat GPM Serili; Telah melakukan Baptisan Kudus kepada 56 Orang Anak, Sidi 12 Orang dan Nikah 5 Pasangan. Pelayanan yang sama dilakukan juga di Jemaat GPM BULAT dan Jemaat GPM ILMAS karena tidak ada pendeta sejak Tahun 2008-2010 yang pada waktu itu melakukan pelayanan bergilir (Perjamuan Kudus) dengan Pdt. K.Mosse S.Th (Ketua Majelis Jemaat GPM Latalola Besar) pada dua jemaat tersebut.
v  Pelayanan, Kesaksian dan Pembinaan:
Tugas pelayanan, kesaksian dan pembinaan umat di jemaat; tentu diperhadapkan dengan berbagai tantangan; diantaranya Daya dukung warga jemaat, perangkat pelayan, juga Pemerintah Desa dan atau pemangku adat.
Kondisi Rill Jemaat, sejak 22 Pebruari 2002 s.d. Mutasi, terus berada pada tingkat-tingkat perubahan ke arah yang lebih baik (Unit-unit pelayanan,  wadah-wadah pelayanan, pribadi dan keluarga).
Meskipun begitu, satu hal yang masih menjadi ‘Pekerjaan Rumah’ bagi Majelis Jemaat adalah ketentuan-ketentuan adat yang berlaku di jemaat, yang turut mempengaruhi cara berpikir serta pola tindak dalam pengambilan keputusan untuk ‘memutuskan perkara’ dari sisi adatis sebab kenyataannya banyak persoalan yang diselesaikan dengan aturan adat – sering tidak menyelesaikan persoalan; salah satunya “Perceraian Adat” bagi pasangan yang sudah nikah Gereja maupun tercatat pada catatan sipil, dan hal ini cukup menyulitkan Majelis Jemaat dalam melakukan tindakan-tindakan pastoral, upaya penyatuan keluarga dll. 

v  Perubahan Wilayah Pelayanan:
Jemaat GPM Serili, dalam perkembangannya, diperhadapkan dengan Lokasi pemukiman Awal, yang sudah tidak bisa menampung dinamika pertumbuhan masyarakat dari segi infrastruktur – sarana umum, pembangunan rumah-rumah penduduk dan lainnya.
Salah satu program Desa untuk menjawab kebutuhan masyarakat tersebut adalah  Program Perluasan Desa yang dibahas juga dalam Persidangan Jemaat – Sehingga Tahun 2004 di dimotori oleh Pemerintah Desa yang pada waktu itu Alm. A.O.Herwawan menjabat sebagai Kepala Desa,  Pdt. Yan Hattu S.Th Sebagai Ketua Majelis Jemaat bersama seluruh komponen dalam Jemaat dan Desa melakukan pembongkaran lahan di sebelah Utara (±2 Km dari lokasi pemukiman awal (bagian selatan).
Pembongkaran dan pemberisihan Lokasi Perluasan Desa/Jemaat masih berlanjut hingga serah terima tugas dengan Pdt. Yan Hattu, S.Th  tanggal, 22 Perbruari 2005.
Tepatnya Tanggal 25 Maret 2005, dimulainya proses pembongkaran Rumah-Rumah Penduduk bagi warga jemaat/desa yang akan pindah ke lokasi perluasan. Pembangunan rumah-rumah penduduk/warga jemaat dimulai dari tanggal 1 April 2005  dan Tanggal 10 April 2005 Pdt.M.OTapilouw bersama Majelis Jemaat mendoakan 2 KK pertama (Kel.Yakonias Emray – Kel. Yusmina Famney)untuk menempati rumah di lokasi Perluasan.
Sebagaimana  wilayah Pelayanan Jemaat yang telah mengalami perubahan pasca perluasan Desa; Tanggal 16 Maret 2006 di lakukan rapat penentuan Lokasi Pembangunan Gedung Gereja Baru. Mengingat kontradiksi yang terjadi dalam jemaat, maka Pdt. M.O.Tapilouw sebagai Ketua Majelis Jemaat dipercayakan untuk menentukan Lokasi dan Lokasi yang ditentukan adalah di Pemukiman Baru (Tanjung) kemudian pada Tanggal, 2 Desember 2008 dilakukan peletakan batu pertama dan pemancangan ‘Tiang Bermula’ gedung gereja baru (BK) oleh Ketua Klasis P.p.Babar, Pdt. Max Syauta, S.Th.
Kelanjutannya, pada Sidang ke 18 Jemaat GPM Serili (Senin, 5 Maret 2007) secara resmi di tetapkan 2 unit Pelayanan di Pemukiman awal/Pusat Jemaat/Desa (unit Nazareth- Efrata/Sektor Maranatha) dan 2 Unit pelayanan di Pemukiman baru (Unit Getsemani – Yerikho/Sektor Imanuel) hingga sekarang.   

v  Perkembangan Keuangan Gereja Di Jemaat: Mempedomani Keputusan Sidang Jemaat dari Tahun 2005 (Sidang Jemaat ke-17) s.d Tahun 2010( Sidang Jemaat ke 22) Penetapan Dan Realisasi Keuangan;  dapat dirinci sebagai berikut:
1.       Sidang Ke 17 Jemaat GPM Serili (13-14 Maret 2005). Realisasi Pendapatan Tahun  2004 Rp. 11.000.000,-.Penetapan Anggaran Tahun 2005 Rp.25.164.300,-
2.       Sidang ke 18 Jemaat GPM Serili (22-23 Januari 2006). Realisasi Pendapatan Tahun 2005 Rp. 17.307.300 – Realisasi Belanja Sebesar Rp.13.083.400,-
3.       Sidang ke 19 Jemaat GPM Serili ( Tahun 2007) Dianggarkan  26.015.900,- Realisasi Pendapatan Sebesar Rp. 28.109.500,- Realisasi Belanja sebesar Rp. 22.775.500,-
4.       Sidang ke 20 Jemaat GPM Serili, (26-27 Maret 2008) Penetapan Rp.33.266.000,- Realisasi Pendapatan Tahun 2009 Rp.35.175.000,- Realisasi Anggaran Belanja Tahun 2009 Rp. 31.912.000,- Realisasi UKP Tahun 2009: 3.574.000,- Saldo Akhir Tahun 2009 Rp.3.263.000,-
5.       Sidang ke-21 Jemaat GPM Serili, (15-16 April 2010) Penetapan Rp. 50.000,000,- Realisasi Total Pendapatan Rp.     39.089.500 , Total Belanja. Rp.31.635.800,- dengan perincian:
·         Pendapatan Murni Rp. 30.914.000,-
·         Belanja Murni Rp. 23.460.300,-
·         Urusan Kas Dan Perhitungan                       Rp. 8.175.500,-
·         Saldo Kas 31 Desember 2010                              Rp. 7.453.700,-
v  Pembangunan Sarana Infra Struktur: Selama melaksanakan Tugas ; berkaitan dengan poin ini, bersama Majelis Jemaat dan Warga jemaat telah membangun: (1). Gedung Gereja Baru (BK) di lokasi Perluasan Desa/jemaat sejak 22 Desember 2008 masih dalam taraf membangun, (2). Gedung Patori Jemaat yang di bangun 2 tahap (Tahap pertama dibangun sejak tahun 2009 telah selesai) Tahap kedua pembongkaran Bangunan Pastori lama telah dilaksanakan pada Tanggal 8 Januari 2011 sementara dalam tahap membangun.

v  Angka Kelahiran dan Kematian: Selama melaksanakan Tugas:
1. Terjadi penambahan anggota jemaat (kelahiran) 50 orang anak (Laki-laki:25 – Perempuan 25).
2.  Kematian: 12 Orang (3 Orang Anak/balita, 9 orang dewasa dan usia lanjut didalamnya ; 1 orang Majelis Jemaat (alm. Wilhelmus Lewier), 1 orang tuagama (alm. Menaze Emray), Kepala Desa. (alm.A.O.Herwawan), dan Ketua Adat/Saniri Negeri (alm. E. Herwawan).